Description
Matahari terik bersinar, memerangkap binatang terjebak yang tak punya tempat untuk melarikan diri. Nama-nama yang dulu hangat dan penuh kasih, nama-nama yang dulu cemerlang dan membara, semuanya ternoda oleh bencana kelam. Bintang yang seharusnya membawa harapan fajar justru mengantarkan kehancuran dan kemusnahan. Ini adalah kisah asal-usul yang telah kita kenal baik, namun fatamorgana panas yang padam di lembah itu suatu hari akan terlahir kembali dari lautan. Sang binatang yang menginjak-injak takdir di bawah kakinya akan menjadi kereta yang membuka jalan ke depan.
"Pegang erat tali kendaliku, jangan biarkan nyala apiku mencekik tenggorokanmu." —Sebuah gema dari takdir itu sendiri.
"Pegang erat tali kendaliku, jangan biarkan nyala apiku mencekik tenggorokanmu." —Sebuah gema dari takdir itu sendiri.