GACHABASE
Dawn's Bloom

Dawn's Bloom

Meningkatkan DMG Basic Attack
ID 33300
ID 33300

Set Bonuses

2-Piece Set

DMG yang diakibatkan dari Basic Attack meningkat 15%.

4-Piece Set

DMG yang diakibatkan dari Basic Attack meningkat 20%. Jika pengguna adalah Agen spesialisasi "Attack", saat melancarkan EX Special Attack atau Ultimate, DMG yang diakibatkan dari Basic Attack akan menerima peningkatan tambahan sebesar 20% selama 25 detik. Memicu ulang akan memperbarui durasi.

Stats

Lv. 15

Partisi 1
MAIN STATS

HP
73214682200

SUB STATS

Persentase HP
4%10%18%
HP
148375672
Persentase ATK
4%10%18%
ATK
2465114
Persentase DEF
6.4%16%28.8%
DEF
205090
CRIT Rate
3.2%8%14.4%
CRIT DMG
6.4%16%28.8%
PEN
123054
Anomaly Proficiency
123054

Description

Bertahun-tahun setelah insiden jatuhnya ibu kota lama, seorang penyanyi tua yang telah lama berhenti menulis lagu merilis vinyl ini. Menurut penulisnya, inspirasinya berasal dari situasi saat bencana itu terjadi, ketika dia bersembunyi di reruntuhan dan hampir putus asa, dia mendengar suara lagu anak-anak yang samar-samar.

01

Partisi 1

"Tunas kecil mengintip dari balik batu,
Bersenandung pelan di bawah balok yang rapuh.
Ia terus bernyanyi di bawah reruntuhan,
Lagunya lebih manis dari nektar mana pun."

02

Partisi 2

"Tembok batu runtuh di kejauhan,
Debunya mengepul, menyelimuti hari.
Cakrawala menelan daratan—
Namun, langit biru masih ada di sini."

03

Partisi 3

"Burung-burung kecil berkicau melintasi langit,
Mereka punya sesuatu untuk disampaikan padamu:
'Kami membawa benih-benih musim semi—
Tidak peduli seberapa panjang malamnya, fajar pasti akan merekah'"

04

Partisi 4

"Keberanian bagai angin yang sunyi,
Membawaku ke negeri yang jauh.
Wahai jiwa yang tak kenal takut,
Yang dapat mencium cahaya pagi."

05

Partisi 5

"Bunga putih mekar di reruntuhan,
Melayang pergi dari ruang berdinding kaca.
Kelopak melayang melewati sudut jalan—
Selamat datang di dunia baru ini."

06

Partisi 6

"Aku membayangkan seperti apa dunia nantinya—
Dengan bunga-bunga, musim semi, dan cahaya mentari.
Suara anak kecil masih bergema dalam embusan angin...
Bunga-bunga dalam angin... melodi yang abadi..."